Cara Uji Independent Sample T Test dengan SPSS
Cara Uji Independent Sample T Test dengan SPSS
Pengertian Uji Independent Sample T Test
Uji Independent Sample t test adalah uji komparatif yang digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berbeda. Dua sampel yang berbeda maksudnya sampel tersebut harus independent/tidak saling mempengaruhi. Independent sample t test juga digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap dependen. Pada uji Independent sample t test terdapat prasyarat/asumsi bahwa data penelitian berdistribusi normal dan data homogen. Jadi sebelum melakukan uji independent sample t test maka terlebih dahulu melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Apabila telah memenuhi asumsi uji normalitas dan uji homogenitas, maka lanjut ke uji independent-sample t test.
Contoh Kasus Uji Independent Sample T Test
Seorang peneliti ingin menguji dua merek permen apakah mempunyai rata-rata berat permen yang sama atau berbeda. Menggunakan tingkat signifikansi 95% (α 0.05). Dengan data sebagai berikut.
Data Dua Merek Permen |
Sebelum kita menyelesaikan permasalan diatas, kita perlu tahu urutan langkah-langkah uji hipotesis. Berikut ini langkah-langkah uji hipotesis.
Langkah-langkah uji hipotesis:
a. Formulasikan H0 dan H1. H0 itu hipotesis yang akan diuji yang nantinya akan diterima atau ditolak, sedangkan H1 merupakan hipotesis tandingannya.
b. Menghitung statistik Penguji (untuk mengetahui nilai t hitung dan nilai Sig). Pada langkah ini menggunakan software SPSS.
c. Pedoman pengambilan keputusan.
d. Bandingkan hasil perhitungan statistik penguji dengan nilai tabel.
e. Ambil kesimpulan.
a. Hipotesis
Hipotesis yang digunakan untuk permasalahan di atas yaitu:
H0 = Kedua jenis permen (permen A dan permen B) memiliki rata-rata berat yang sama.
H1 = Kedua jenis permen (permen A dan permen B) tidak memiliki rata-rata berat yang sama.
b. Langkah-langkah Uji Independent Sample T Test dengan SPSS
Berikut ini langkah-langkah analisis uji Independent sample t test menggunakan SPSS:
1. Buka program SPSS, lalu input data pada SPSS.
2. Klik Variable View, maka akan terbuka halaman Variable View.
3. Selanjutnya membuat variabel. Pada kolom Name ketik Permen, pada kolom Label ketik Jenis Permen.
4. Selanjutnya membuat variabel kedua pada baris kedua di kolom name, ketik Berat, pada kolom Label ketik Berat Permen.
5. Beri kode untuk membedakan jenis permen pada kolom Values, Ketik 1 untuk Permen A dan ketik 2 untuk Permen B.
6. Jika sudah, masuk ke halaman Data View dengan klik Data View, maka akan terbuka halaman Data View. Selanjutnya isi data seperti berikut dengan cara mengetikkan langsung maupun dengan cara copy paste.
Tampilan Sebagian Data View SPSS |
7. Setelah sudah input data, lalu melakukan uji independent sample t test dengan klik Analyze, pilih Compare Means, lalu pilih Independent-Sample T Test pada menu sehingga muncul kotak dialog Independent-Sample T Test.
8. Masukkan variabel Berat pada kotak Test Variable(s) dan variabel Permen pada kotak Grouping Variable.
9. Klik variabel permen(? ?) lalu Define Groups, selanjutnya masukkan nilai variabel Permen pada kotak Group 1 dan Group 2. Group 1 ketik 1 dan Group 2 ketik 2.
10. Klik Continue, sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test.
11. Klik Options sehingga muncul kotak dialog Independent-Sample T Test: Options. Secara default, tingkat kepercayaan 95% dan Exclude cases analysis by analysis dipilih.
12. Klik Continue
13. Klik OK, sehingga output SPSS akan menampilkan hasil seperti berikut:
Tabel Group Statistics |
Tabel Independent Samples Test |
Membaca hasil Uji Independent Sample Test
Tabel Group Statistics memaparkan jumlah data, nilai rata-rata (mean), standar deviasi dan standar error of mean. Jumlah data baik permen A maupun permen B berjumlah 20. Rata-rata berat permen B (2.5525) lebih tinggi dari Permen A (2.5390). Standar deviasi permen A (0.14330) lebih besar dari permen B (0.10911).
Tabel Independent Sample T Test merupakan tabel yang akan kita gunakan untuk mengambil keputusan dari hipotesis.
c. Pedoman pengambilan keputusan uji Independent Sample T Test
Cara untuk mengambil keputusan ada 2 cara, yang pertama dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. Cara kedua dengan membandingkan nilai Sig. dengan nilai α (0.05). Berikut ini aturan dalam menggambil keputusan dalam uji independent sample t test.
Jika t hitung (nilai mutlak) > t tabel (α/2;n1+n2-2) maka H0 ditolak
Atau
Jika nilai Sig. (signifikansi) < α (0.05) maka H0 ditolak
d. Bandingkan hasil perhitungan statistik penguji dengan nilai tabel
Pada tabel Independent sample t test diperoleh nilai t hitung (0.335) < t tabel (0.025;38) adalah 2.024 maka H0 diterima, jadi Kedua jenis permen (permen A dan permen B) memiliki rata-rata berat yang sama.
Maksud dari t tabel (0.025;38) adalah df = 38. angka 38 berasal dari jumlah kedua sampel (20 + 20) dikurang 2. Permasalahan ini merupakan uji dua sisi, maka setiap sisinya memiliki nilai setengah α. Nilai α adalah 0.05 maka setengah α adalah 0.025. Lalu mencari nilai t tabel berdasarkan df 38 dan nilai α 0.025.
Baca juga: Cara Membuat Tabel T dengan SPSS dan Cara Mencari Nilai Tabel T
Selain Anda menggunakan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, Anda dapat melakukan perbandingan nilai Sig (2-tailed) dengan α.
Pada tabel Independent sample t test diatas diperoleh Nilai Sig (2-tailed) (0.739) > (0.05) maka H0 diterima
e. Kesimpulan
Karena H0 diterima, maka kedua jenis permen (permen A dan permen B) memiliki rata-rata berat yang sama. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan rata-rata berat antara permen A dengan permen B.
Anda juga dapat melihat tutorial Uji Independent Sample T Test dengan SPSS dalam bentuk penjelasan video berikut ini.
Sekian artikel Cara Uji Independent Sample T Test dengan SPSS. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih sudah mengunjunggi blog faqirilmu.com.
Referensi:
https://www.statistikian.com/2014/04/independen-t-test-dengan-spss.html
Komentar
Posting Komentar